: Anda bisa menemukan buku fisik atau e-book seperti Bank Soal PPDS Urologi yang mencakup soal saluran kemih, ginjal, dan genitalia .
Beberapa universitas telah membuka pendaftaran atau merilis jadwal seleksi:
This report is structured to explain what this term refers to, the typical subjects covered, the types of questions asked, and recommended preparation strategies. soal ppds urologi
A newborn has no palpable testes bilaterally but has normal male external genitalia. What is the most likely diagnosis? A. Bilateral undescended testes B. Anorchia C. Congenital adrenal hyperplasia D. Persistent Müllerian duct syndrome
Cryptorchidism (undescended testes), Hypospadias, and Vesicoureteral Reflux (VUR). : Anda bisa menemukan buku fisik atau e-book
Sensasi ingin kencing (first desire to void) terjadi bila kandung kemih terisi urine sebanyak: A. 50 ml B. 100 ml (Jawaban Benar) C. 150 ml D. 200 ml E. 250 ml
Anatomi retroperitoneal, fisiologi ginjal, patologi anatomi tumor urologi, dan prinsip homeostasis cairan. Contoh Soal PPDS Urologi dan Pembahasannya What is the most likely diagnosis
Darah di meatus + riwayat trauma straddle = suspect rupture uretra posterior. Jangan memasang kateter uretra. Lakukan RUG dulu untuk konfirmasi.
Mulai tahun 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan sistem Seleksi Bersama Nasional untuk PPDS, yang menggunakan portal pendaftaran satu pintu. Tujuannya adalah menciptakan proses yang lebih transparan dan akuntabel.
| | Subtopik yang Sering Diujikan | | :--- | :--- | | Batu Saluran Kemih | Diagnosis, tata laksana, komplikasi, dan jenis batu (misalnya, struvit/MAP). | | Infeksi Saluran Kemih | Jenis, klasifikasi, tata laksana berbasis bukti, dan komplikasi (pielonefritis, urosepsis). | | Penyakit Prostat | Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), Prostatitis, Kanker Prostat (diagnosis, skrining, metastase). | | Tumor Urologi | Karsinoma ginjal, karsinoma buli (kandung kemih), serta tumor testis dan penis. | | Trauma Urologi | Trauma ginjal, ureter, dan terutama fraktur pelvis dengan ruptur uretra posterior. | | Gangguan Eliminasi Urine | Inkontinensia stres (pada wanita lanjut usia), retensio urine (etiologi & tata laksana). | | Anomali Kongenital | Kriptorkismus, epispadia, hipospadia, dan lainnya. | | Andrologi | Disfungsi ereksi, infertilitas pria, dan gangguan ejakulasi. |